Itulahkesan-kesan para penonton saat keluar dari bioskop dalam Gala Premiere Film Mengejar Halal yang digelar di Hollywood XXI, Jalan Gatot Subroto Kav. 19, Semanggi, Jakarta (05/03/2017). Film yang mulai tayang sejak pukul 9 pagi ini didominasi penonton dari kalangan muda-mudi dari berbagai wilayah Jabodetabek. Namun bagaimana bagi ibadah haji yang kedua dan seterusnya? "Haji wajib bagi yang mampu, setidaknya sekali. Lalu bagaimana yang kedua kali atau seterusnya? Itu (hukumnya) sunnah," kata Ustadz Dasad Latief dalam webinar rindu ke baitullah yang diselenggarakan Mandiri Syariah, Jumat (11/9). Meski hukumnya sunnah, kata dia, ada kalanya tidak JikaAnda ingin mengetahui contoh slogan bahasa Inggris, silakan lihat beberapa contoh di bawah ini: Contoh slogan bahasa Inggris dan artinya: "Kesuksesan selalu bergandengan tangan dengan kegagalan.". Sukses selalu bergandengan tangan dengan kegagalan. "Sukses bukanlah akhir dan kegagalan bukanlah awal.". Sukses bukanlah akhir dan Chanelmuslimcom- Mengejar Halal dengan segala kekurangannya akhirnya mendapat kesempatan menghiasi bioskop tanah air. Film yang dibuat dengan penuh perjuangan ini Yuk, Nonton Film Mengejar Halal - Chanelmuslim.com . "Film ini layak tayang" ujar sang pengamat film Yan Wijaya saat setelah menyaksikan produksi perdana Muara Studio yang berjudul "Mengejar Halal", bersama beliau saya berkesempatan menyaksikan film yang berdurasi 72 menit lebih dulu sebelum beredar nantinya. Membingungkan, hal pertama yang saya rasakan ketika melihat poster film ini, sederet nama baru bertengger layaknya ingin dikenal melalui karyanya dalam film ini mulai dari sutradara, penulis hingga pemain utama tak ada satupun yang saya kenal. Markas KOPI Kabarindo, Sarinah Thamrin menjadi saksi bisu pertama penayangan film ini, kemudian film dimulai, berakhir, dan saya punya beberapa alasan film ini jelas layak tayang. Apa saja? CERITA SIMPLE TAPI 'KENA' BANGET ! Ide cerita yang enteng namun menarik berhasil divisualisasikan oleh sang sutradara Amrul Ummami, bayangkan saja ketika ada pernikahan yang batal karena mantan ! 'kekinian' banget kan? mantan yang menjadi cerita pembuka dalam film ini ditampilkan dengan kesalahan fatal saat pernikahan, sakit hati jelas, dan film ini berhasil membuat bagian-bagian yang nantinya akan anda jika mengalami alami saat patah hati dengan lucu, konyol, menghibur dan 'kena' banget mulai dari move on, kemudian modus hingga baper lengkap dalam film ini. Selain itu, dalam film ini juga dipenuhi dengan hijaber, syar'i semua dalam film ini, sejuk saya nontonnya, termasuk figuran, namun tetap modis, tak berlebihan terlihat pas. INSPIRATIF, PENUH PELAJARAN BERMANFAAT "Kamu merasa kesendirian kamu adalah kekurangan, padahal itu bisa kau jadikan kelebihanmu" ujar salah satu tokoh dalam film Mengejar Halal. Film ini tak henti-hentinya mengubah pandangan saya pada beberapa hal keagamaan yang diangkat didalamnya, kenapa? karena saat para tokoh berdialog mereka seakan berceramah namun tak menggurui serta tak bertele-tele, fokus ceritanya pun juga terbilang memiliki garis besar yang jelas namun dalam prosesnya kita akan menjumpai berbagai masalah lain namun langsung terselesaikan tanpa menunggu permasalahan utama yang hadir di akhir, sangat menyenangkan hingga saya lupa bahwa 72 menit telah berlalu. Film ini tak mematenkan sebagai film religi, meskipun para pemain keseluruhan syar'i abis, sehingga dalam penyajiannya film ini juga memunculkan beberapa kejelekan remaja untuk membuat sebuah konflik yang nantinya akan berakhir pada pesan yang jelas ingin disampaikan kepada penonton tanpa menggunakan penggambaran yang ribet. FULL PEMAIN BARU ! Ini hal yang membuat semakin suka dengan film ini, pernahkan kalian mendengar orang berkata "akh bosen, dia lagi dia lagi yang main", jujur ! pasti pernah bukan? Dan dalam film ini, tak ada yang akan kita kenal, tapi semua bermain sangat menyejukan. Pemeran utama yang bernama Haura diperankan oleh Inez Ayuningtyas yang ternyata saat ini sedang eksis mengisi seminar-seminar, namun memang tak terkenal untuk kategori layar lebar tapi berhasil memimpin cerita film ini menjadi enak, nayam, seru, gokil untuk dinikmati. Abdul Kaafi yang berperan sebagai Halal juga demikian, saya jamin, tak ada wanita yang tak meleleh ketika melihat karakter yang dibawakan dalam film ini, adem benerrrrrr, dan untuk pria? pasti ingin sekali mencontohnya, uhuk, curhat. Meskipun terbilang tak ada yang terkenal, film ini jelas layak tayang sebagai SOLUSI untuk wajah baru aktor dan aktris Tanah Air. Eh, tapi fanbase mereka udah buanyaaaak banget loh ! Semakin penasaran? yuk berdoa biar film ini cepat tayang hehehehe... TENTANG FILM Haura sangat kecewa ketika pernikahannya gagal, seperti tak ada artinya lagi, hidupnya hancur dalam beberapa saat hingga akhirnya ia move on dan kembali menjalani hidupnya meskipun banyak kabar tak enak tentang dirinya singgah di telinganya. Sosok Halal menjadi tambatan hatinya yang baru, cinta pada pandangan pertama membuatnya tak rela jika Halal tak menjadi miliknya, berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan perhatian Halal hingga akhirnya kekecewaan kembali datang dikehidupannya. Tak rela, ia kesal, marah, kepada dirinya bahkan kepada penciptanya. Bagaiman hal itu terjadi? apa solusinya? Tunggu hingga Haura & Halal hadir di Bioskop kesayangan anda, sementara yuk cek trailernya terlebih dahulu. Judul Film MENGEJAR HALAL Sutradara Produser Muhammad Ali Ghifari Tayang 2017 Genre Film Drama, Komedi Pemain Inez Ayuningtyas Abdul Kaafi Ressa Rere Ryan Qori Ada sebuah adegan film ini memperlihatkan obrolan Haura Inez Ayu bersama kakak iparnya, Zizi Ressa Rere. Di situ Zizi bercerita mengenai seseorang tanpa tangan kiri yang memenangkan turnamen bela diri berkat jurus ajaran gurunya yang hanya bisa dikalahkan bila tangan kiri empunya jurus "dikunci" oleh sang lawan. Seperti hikayat dalam ceramah atau seminar penyulut motivasi, kisah itu mengutamakan pesan tanpa memperhatikan kejelasan latar tokoh, logika dan segala tetek bengek substansi storytelling. Mengejar Halal dibangun berdasarkan asas serupa. Masalahnya, media film bukan semata-mata pesan moral. Tidak sesederhana itu. Alkisah, Haura membatalkan pernikahannya dengan Shidiq Ahmad Rhezanov akibat si calon suami salah menyebut nama mantan kala mengucap ijab kabul. Patah hati, Haura pun depresi, mengurung diri di kamar, menolak makan dan bolos bekerja. Hingga suatu hari ia memutuskan bangkit karena bila terus mengurung diri alur filmnya takkan berjalan. Di kantor, perhatian Haura tertuju pada Halal Abdul Kaafi, seorang pebisnis muda tampan nan kaya raya. Secepat itu Haura melupakan kegundahan, berpaling ke Halal sejak pandangan pertama sebab lelaki itu luar biasa rupawan. Begitu malas M. Ali Ghifari selaku penulis naskah merangkai cerita sesuai prinsip psikologis manusia mendasar yang tidak perlu membaca setumpuk jurnal ilmiah Sigmund Freud dan Carl Jung guna memahaminya. Pasca gagal menikah, Haura bertingkah bak penderita gangguan mental akut, jadi tidak mungkin baginya beraktivitas normal semudah itu, hanya didorong keyakinan internal "aku harus move on karena aku wanita tangguh". Semua poin alur asal digerakkan, yang penting ceritanya maju. Penokohan Halal pun demikian dangkal, stadar sosok ihwan idaman ibu-ibu pengajian atau syarat calon karyawan perusahaan muda, jujur, alim, ramah, rajin, berpenampilan menarik, belum menikah. Mengejar Halal diniati sebagai komedi absurd. Keputusan menarik, bisa memberi warna baru di antara film-film religi yang identik dengan drama mendayu. Sayang, adegan semacam imajinasi Haura menebas Shidiq memakai pedang urung terulang. Padahal momen setipe dapat memancing kewajaran bagi kelemahan-kelamahan naskah termasuk fakta bahwa Haura adalah salah satu tokoh utama paling menyebalkan yang pernah saya temui, apalagi ketika filmnya bergerak menuju komedi soal obsesi karakter. Haura mengikuti Halal ke mana dia pergi, mengambil foto, lalu berpuncak pada usaha menggagalkan pernikahan sang pria idaman. Ini contoh salah kaprah terkait penulisan cerita, di samping pemakaian voice over berlebihan untuk deskripsi situasi bagai novel. Tujuan Mengejar Halal yaitu menyampaikan proses perubahan karakter, pemahaman bahwasanya tidak baik lebih mencintai manusia daripada Allah. Tapi perkembangan dari "buruk" menjadi "baik" perlu menyertakan alasan agar penonton menyukai sang tokoh. Alih-alih begitu, film ini terus menggambarkan keburukan Haura, baru tiba-tiba mengubahnya tepat di ending. Sulit memihak Haura, terlebih alasan menyukai Halal sangat dangkal. Seiring waktu memang tampak deretan kebaikan Halal yang terlampau sempurna, namun Haura telah terobsesi jauh sebelum itu terjadi, alias jatuh cinta oleh ketampanan belaka. Akibatnya, ketimbang lucu, protagonis terkesan freak dan creepy. Totalitas akting Inez Ayu pun jadi senjata makan tuan, menguatkan kesan menyebalkan Haura. Bukan salah sang aktris. Kata "mendadak" cocok mewakili Mengejar Halal, khususnya menjelang akhir kala sikap Haura berubah-ubah cepat tanpa dibarengi proses memadai, seolah penulis hanya mementingkan "pokoknya pesan sudah dilempar, tidak peduli tahapan atau penggalian alasan", serupa soal hikayat tadi. Ketiadaan tahap proses berujung kesan filmnya mendadak selesai, terlebih durasinya begitu singkat, hanya 73 menit dikurangi sekitar 5 menit prolog film pendek berkualitas lebih buruk. Alhasil, pesan yang sejatinya baik serta aplikatif di luar konteks agama berakhir kosong, kurang bermakna, sebab meski penonton mengerti tujuan cerita, tidak dengan bagaimana karakternya sampai ke titik tersebut. Penyutradaraan M. Amrul Ummami juga tak menolong saat memilih berkonsentrasi pada aspek tidak penting macam split screen tapi luput soal detail substansial semisal riasan salah satu kawan Haura yang putihnya keterlaluan, melebihi Emily Blunt di The Huntsman Winter's War. Haura Inez Ayu, who lives with her brother Yaser Ryan Qori, and her brother-in-law Zizi Ressa Rere, canceled their marriage to Shidiq. Trailer & Sinopsis Bahasa Indonesia - Kegagalan pernikahan membuat Haura menjadi wanita yang terobsesi pada pernikahan sempurna. Baginya, butuh pria sempurna untuk mendapatkan pernikahan sempurna. Di tengah kegalauan menanti sosok pria sempurna, Haura dipertemukan dengan sosok Halal, pria yang memiliki semua yang diharapkan Haura ada pada pasangan hidupnya. Haura melakukan segala cara demi menjadikan Halal pasangan hidupnya. Hubungan Haura dengan saudara dan sahabat-sahabatnya mulai renggang karena sikap egois Haura yang semakin tak terkendali kala mengejar Halal. Mampukah Haura mendapatkan Halal dan meraih pernikahan sempurna impiannya? English - A failed marriage turns Haura into a woman obsessed with the perfect marriage. To her, it takes a perfect man to get a perfect marriage. In her wait for the perfect man, Haura meets Halal, and he has everything Haura wants in a husband. Haura does anything to win Halals heart, costing her her relationship with her family and friends. Will Haura be able to win Halal and get her dream marriage? In Indonesian with no subtitles

download film mengejar halal